Perpustakaan dalam literasi

Peran perpustakaan dalam literasi Perpustakaan SMK Negeri 2 Ende Secara keseluruhan, dalam meningkatkan literasi bagi warga SMK NEGERI 2 ENDE Perpustakaan tidak hanya memberikan akses ke informasi, tetapi juga membantu para siswa siswi untuk bisa mengembangkan keterampilan dan meningkatkan kesadaran tentang literasi.Oleh karena itu, perpustakaan sekolah diharapkan dapat berperan dalam meningkatkan literasi siswa Indonesia. Guna mencapai tujuan itu, perpustakaan sekolah tidak boleh lagi hanya menjadi gudang penyimpanan buku. Perpustakaan sekolah perlu dan wajib dihidupkan sebagai rumah literasi.

Perpustakaan sekolah sesungguhnya mempunyai peran untuk meningkatkan literasi membaca siswa Indonesia yang rendah. Oleh karena itu, perpustakaan sekolah tak boleh lagi sekadar ada dan dikelola seadanya oleh guru untuk mendapat tambahan jam mengajar yang kurang. Perpustakaan sekolah harus menjadi investasi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional dalam mendukung budaya literasi warga sekolah.

Perpustakaan sekolah harus menjadi learning centered. Hal itu sesuai dengan arah visi pendidikan di banyak negara maju di dunia, yakni membentuk knowledge based society. Masyarakat berbasis pengetahuan memiliki ciri kreatif, inovatif, solutif, demokratis, beretika, pembelajar mandiri, dan pembelajar sepanjang hayat.

Dengan demikian, pembenahan perpustakaan sekolah mutlak dilakukan, mulai dari desain tata ruangnya yang dibuat ramah anak, layanannya yang diperbaiki, serta koleksi buku dan perlengkapannya yang ditambah. Selain itu, dilakukan penambahan program literasi, seperti mendirikan komunitas membaca, komunitas menulis, dan komunitas penelitian serta memperkenalkan layanan kecakapan hidup.

Pihak sekolah harus mampu menjadikan perpustakaan sekolah sebagai penghubung antara kurikulum, materi pelajaran, proses pembelajaran, siswa, guru, dan teknologi. Agar keterhubungan itu makin efektif, diperlukan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technologies [ICT]). Dengan demikian, akses ke perpustakaan sekolah tak lagi dibatasi geografi dan domisili. Perpustakaan sekolah bisa diakses kapan saja dan dari mana saja tanpa batasan ruang dan waktu. Dengan kata lain, sudah saatnya perpustakaan berbasis digital dikembangkan di banyak sekolah.

Perpustakaan sekolah berbasis digital makin memudahkan anak didik yang akan mengunjungi perpustakaan. Konsep layanan hibrida (hybrid) yang memadukan layanan fisik dan digital menjadi pendorong untuk meningkatkan kunjungan perpustakaan. Dengan begitu, diharapkan akan terjadi peningkatan minat membaca oleh peserta didik.

Perpustakaan sekolah berbasis digital sesungguhnya akan mempermudah proses distribusi pengetahuan. Dalam perpustakaan digital disediakan banyak sumber yang dapat diakses oleh siapa saja dengan cepat dan mudah, asalkan terhubung dengan jaringan internet.

Perpustakaan digital pada dasarnya dijamin oleh adanya koneksi internet. Proses mencari (searching) dan meramban (browsing) buku-buku hanya bisa dilakukan jika koneksi memadai. Namun, hal itu tidak menjadi masalah krusial karena buku-buku yang dicari bisa diunduh dan dibaca pada saat luring (offline).

Yang terpenting adalah bagaimana guru mengondisikan muridnya untuk selalu mengunjungi perpustakaan sekolah. Itu bisa dilakukan jika guru memandang perpustakaan sekolah sebagai bagian takterpisahkan dari proses belajar mengajar. Guru harus mengubah metode mengajarnya ke arah berpikir kritis yang menjadikan siswa bergairah mencari sumber bacaan di perpustakaan sekolah.

Selain itu, pembuatan jadwal kunjungan rutin yang akan membantu mengondisikan siswa yang berkunjung ke perpustakaan menjadi sebuah kebutuhan. Dengan demikian, siswa tidak kehilangan minat untuk terus membaca sehingga membaca menjadi sebuah budaya di kalangan siswa kita. Semoga.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *